Selasa, 02 Mei 2023

 

Gelar Upacara Peringatan 

Hardiknas Kota Malang


Malang - Kota Malang mengadakan kegiatan Gelar Upacara di halaman gedung Wali kota Malang dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional, Hari Otonomi Daerah ke XXVII, Hari Ulang Tahun Kota Malang ke-107, sekaligus Upacara penyematan tanda Pancawarsa ke 7.

Upacara ini dihadiri oleh berbagai kalangan pemerintahan dan masyarakat, baik dari jajaran Kepala Camat dan Lurah se-Kota Malang, DPRD, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Resimen Mahasiswa, Pramuka, hingga sekolah yang diwakili oleh SMA Negeri 1 Malang dan SMP Negeri 3 Malang. Upacara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan iringan instrumen dan paduan suara dari SMPK Aletheia Malang.

Dalam upacara ini, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Kav Heru Wibowo Sofa, S.H., M.Han, Wakapolresta Kota Malang AKBP Apip Ginanjar S.I.K, M.Si, dan ketua Kwartir Daerah Jawa Timur, kak H. M. Arum Sabil, S.P, turut hadir bersama dengan jajaran Kwarda Jatim.

Upacara ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan penyematan tanda Pancawarsa ke 7 kepada wali kota Malang, Drs. Sutiaji. Penyematan tanda Pancawarsa tampak cukup meriah karena diserahkan langsung oleh kak Arum Sabil selaku Ketua Kwartir Daerah Jawa Timur. 

Kegiatan upacara secara keseluruhan berlangsung cukup megah dan meriah. Diakhir acara, diselipkan agenda halal bi halal. Dimana setelahnya, digelar pesta rakyat dengan menghadirkan stand usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menyajikan berbagai jenis macam makanan mulai dari soto, bakso hingga tahu campur yang bisa dinikmati secara gratis. 

Dalam wawancara yang dilakukan awak media, kak Arum Sabil memaparkan mengenai tanda Pancawarsa yang disematkannya kepada bapak wali kota. 

"Pancawarsa merupakan tanda keaktifan seseorang dalam gerakan pramuka dalam kurun waktu lima tahun, dimana bapak Sutiaji mendapat pancawarsa 7 sehingga beliau terhitung aktif dalam gerakan pramuka selama 35 tahun" terang kak Arum Sabil.

Kak Arum juga menjelaskan dalam Hari Pendidikan Nasional, pendidikan seyogyanya dimaknai tidak hanya sebatas soal siswa berangkat ke sekolah, duduk di bangku, dan diasah otaknya, tapi perlu dimaknai secara utuh.

"Saya selalu menekankan bahwa pendidikan adalah pondasi dasar lahirnya sebuah peradaban. Dikatakan sebuah peradaban maju atau tidak ya tergantung pendidikan," kata kak Arum.

"Tapi bagaimana generasi penerus bangsa, di samping mampu secara akademik, praktik kehidupan juga dikuasai. Anak-anak harus diterpa menjadi pribadi mandiri yang berakhlak. Akhlak adalah bagian dari pendidikan yang beradab." ucap kak Arum Sabil.

Di akhir kegiatan, tim reportase Kwartir Cabang Kota Malang berkesempatan untuk berbincang singkat dengan kak Arum disela-sela jam makan siang.

Tim reportase Kwarcab Kota Malang bersama kak Arum Sabil

"Semangat kebersamaan yang luar biasa, kesetiakawanan, respek, itu adalah nilai tertinggi dalam berorganisasi, dan itu sudah tercermin di Kwarcab Kota Malang. Tingkat semangat Kwarcab Kota Malang bergotong royong dalam kegiatan pramuka sangat produktif, bisa dilihat bukan hanya dalam kegiatan yang terkait dengan membantu masyarakat dalam kelancaran lalu lintas, tapi juga dalam kegiatan kegiatan kemanusiaan seperti membantu masyarakat yang terdampak bencana alam" pungkasnya.